Monday, November 30, 2015

Amata Borobudur Resort; Resto Nyaman Bergaya Eklektik


Yogyakarta merupakan tujuan destinasi favorit bagi wisatawan selain pulau Bali, hal tersebut membuat banyaknya terdapat penginapan serta resto yang unik dan menarik. Seperti hal nya Amata Borobudur Resort & Restaurant yang terletak di Mendut Jawa Tengah. Sebenarnya tempat ini merupakan penginapan dengan restoran sebagai fasilitasnya, namun justru restoran nya lah yang mendapatkan perhatian lebih dari para wisatawan.


Dengan bentuk berupa pendopo joglo khas Jawa Tengah membuat resto ini dapat langsung terlihat saat kita memasuki kawasan Amata. Kesan eklektik langsung terasa saat memasuki area resto, hal ini dikarnakan penataan serta dekorasinya yang modern meskipun dengan bangunan yang tradisional. Resto ini mengusung konsep open-air yang artinya terbuka tanpa pendingin ruangan, namun tidak perlu khawatir resto ini tetap terasa sejuk dan nyaman karena ditunjang oleh landscape disekitar resto yang dibuat asri.


Saat datang ke resto ini untuk makan siang, anda akan disambut dengan handuk dingin agar lebih segar, hal ini juga yang saya suka dari restoran ini. Menu restoran ini memang tak sebanyak resto lainya, namun justru dengan menu yang terbatas membuat rasa dari tiap makanan dapat terjaga. Pesanan pun tidak memakan waktu lama meskipun disajikan dengan menarik dan cantik, Para pelayan yang ramah dan cekatan juga menjadi nilai tambah restoran ini.


Setelah selesai menyantap makanan jangan ragu untuk sekedar bersantai dan menikmati pemandangan serta minuman yang ada di resto ini, karena para pelayan akan dengan senang hati mempersilahkan kita untuk berlama - lama di sini. Jika ingin melihat fasilitas penginapan yang ada pun para pelayan akan dengan senang hati mengajak kita berkeliling. Selain itu kamar - kamar di Amara Resort ini juga didesain dengan unik, namun sepertinya lebih banyak wisatawan asing yang menginap di sini.

Bayu Raditya Pratama 

  

Sunday, November 29, 2015

Pantai Parangtritis; Eksotisme Dengan Daya Tarik Mistis


Terletak di selatan Yogyakarta, pantai Parangtritis merupakan salah satu destinasi wajib bagi para wisatawan. Tidak hanya menyuguhkan keindahan panorama ombak besar dan pasir yang cantik, pantai parangtrirtis juga menyuguhkan sejarah sekaligus cerita mistis di dalamnya. Sudah menjadi rahasia umum jika pantai ini merupakan salah satu pantai di kawasan selatan pulau jawa yang mempunyai banyak cerita mistis.

Parangtritis berasal dari kata parang (batu) dan tritis (tetesan air), penamaan ini konon diberikan oleh seorang pelarian dari kerajaan Majapahit yang datang dam melakukan petapaan di pantai ini. Cerita legenda mengatakan bahwa pantai Parangtritis merupakan kediaman dari penguasa lautan selatan (Nyi Roro Kidul). Hal tersebut tidak hanya dipercaya oleh masyarakat sekitar, namun juga oleh masyarakat Jawa Barat dan Bali.


Pada tanggal tertentu masyarakat Yogyakarta pun melakukan upacara pelarungan sesajen dan taburan bunga ke laut, hal ini dimaksudkan sebagai penghormatan terhadap penguasa lautan selatan. Selain itu pantai ini juga diyakini sebagai simbol kesatuan trimurti oleh masyarakat Yogyakarta. Dalam sejarah penyebaran Islam di pulau jawa pun pantai ini diyakini sebagai tempat bertemunya sunan kalijaga dengan panembahan senopati.

Berangkat dari legenda dan kepercayaan warga setempat, ada beberapa hal yang tidak boleh dilakukan ketika mengunjungi pantai parangtritis, diantaranya ialah mengenakan pakaian berwarna hijau dan berbicara tidak sopan. Konon jika peraturan tersebut dilanggar maka ia akan hanyut ke laut dan tidak akan kembali lagi. Kepercayaan serta legenda tersebut yang menambah keeksotisan dari pantai di selatan Yogyakarta ini.


Pada dasarnya pantai parangtriris merupakan pantai dengan hamparan pasir yang landai dan ombak yang besar, hamparan pasir yang luas serta landai membuat pantai ini sangatlah pas untuk sekedar bermain air atau pasir. Keberadaan palung laut disekitar pantai parangtritis membuat kegiatan berenang tidak diperbolehkan dipantai ini.

Pantai ini pun menyuguhkan berbagai fasilitas bagi para wisatasan, mulai dari penyewaan ATV, delman untuk menyusuri bibir pantai, hingga gubuk jajanan. Angin yang kencang biasa membawa pasir hingga pedesaan disekitar pantai, hal tersebut membuat pemandangan daerah disekitar pantai tertutupi pasir seperti gurun pasir atau disebut juga gumuk. Keberadaan gumuk pasir ini pun menyuguhkan panorama alam tersendiri yang tidak ada di pantai lainnya.

Bayu Raditya Pratama 

Saturday, November 28, 2015

Contact

Email Contact:

bayuraditya13@gmail.com

you can find me on

Prolog


Berawal dari masa kelam sewaktu remaja, bagi saya blog merupakan teman berkeluh kesah selayaknya jurnal harian. BY. Fashion adalah fotoblog pertama saya yang awalnya berisi portfolio photo, dan kemudian berkembang menjadi blog fashion seiring dengan semakin banyaknya undangan dari berbagai pagelaran fashion show

Undangan - undangan tersebutlah yang membuat saya dapat menjadi bagian dari Theactualstyle.com. Pada tahun 2013 saya bertemu dengan 2 orang kawan saya dari The Actual Style, sebuah media fashion online yang membahas dunia fashion secara utuh. pada awalnya saya bergabung sebagai photographer, namun menjadi bagian The Actual Style ternyata mengakrabkan saya dengan dunia jurnalistik, khususnya tulis menulis.

Dibalik itu semua keseharian saya lebih berkutat dengan dunia design, saya adalah seorang Interior Designer dari salah satu perusahaan di Jakarta Selatan. Kehidupan sebagai interior designer sudah berjalan selama 6 tahun. Menjadi designer memberikan pengalaman berbeda, saya jadi terbiasa melihat suatu karya dari 2 sisi, yakni sisi seorang designer dan jurnalis.

Di waktu senggang antara ke-2 nya saya pun mempunyai banyak hobi, dari membaca buku (komik, literatur, sejarah, dll), mendengarkan musik dari semua gendre baik indie maupun mayor label, hingga berpergian ke museum dan art-space.

BY. Lifestyle ialah blog tempat saya belajar menulis tentang lifestyle sekaligus mencurahkan hobi saya, karena menurut saya menulis tentang lifestyle bukan perkara mudah. Menulis tentang lifestyle haruslah memahami dan mengalami sendiri untuk mengerti apa yang kita akan tulis. Semoga blog ini menjadi awal perjalanan baru bagi saya.

Bayu Raditya Pratama

Friday, November 27, 2015

ICAD 2015; Penggabungan Makna Filosofis Dan Bentuk

Karya Harry Purwanto

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) kembali digelar, bertempat di Hotel Grand Kemang Jakarta, acara ICAD 2015 yang telah memasuki tahun ke-6 nya ini mengusung tema vertical horizon. Menurut Hafiz Rancajale selaku kurator, vertical horizon dimaknai sebagai hubungan manusia dengan Tuhan (vertical), dan dengan sesama (horizontal). Vertical Horizon bisa juga diartikan sebagai cara manusia melihat penggabungan 2 hal yang sifatnya filosofis dan bentuk menjadi satu kesatuan.

Karya Savira Lavinia Raswari

Pameran yang berlangsung dari tanggal 28 Oktober - 30 November 2015 ini menampilkan karya dari 30 seniman lintas generasi. Para seniman pun melewati proses kurasi yang cukup panjang, karya mereka haruslah mengangkat kekayaan budaya Indonesia yang diterjemahkan kembali dalam bentuk yang kekinian. Latar belakang para seniman pun beragam dari perancang busana, arsitek, photographer, hingga musisi.

Karya Ines Katamso

Menciptakan suatu karya kontemporer bukanlah perkara yang mudah, kebebasan seniman dalam menafsirkan kekayaan budaya Indonesia ke dalam bentuk baru inilah yang terkadang malah menghilangkan unsur nilai yang terkandung didalamnya. Dalam acara ICAD 2015 ini juga melibatkan 14 seniman muda asal Denmark dengan menggunakan rotan Indonesia sebagai materialnya, para seniman asal Denmark ini terlebih dahulu mengikuti program residensi di Cirebon.

Karya Danish Emerging Designer

Tidak hanya menghadirkan pameran seni instalasi, ICAD 2015 juga mengadakan talk-show mengenai seni dan desain, konvensi, hingga pemutaran film. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan British Council, Institute Fran├žais Indonesia, dan kedutaan Denmark. Hal yang membanggakan lainnya ialah acara ICAD 2015 ini dihadiri oleh Ratu Denmark, Margrethe II.

Bayu Raditya Pratama 

Wednesday, November 25, 2015

Soto Bathok Mbah Katro; Cita Rasa Alami


Liburan ke Yogyakarta tak lengkap rasanya ketika belum mencicipi makanan unik khas setempat, salah satu nya ialah Soto Bathok Mbah Katro yang terletak di kawasan Candi Sambisari, Kalasan. Tempat kuliner yang berada ditengah sawah ini merupakan tempat sarapan favorit warga setempat dan wisatawan, terbukti dari ramai nya pembeli pada pagi hari.

Soto Bathok Mbah Katro ini hanya menawarkan hidangan berupa soto sapi berkuah bening, namun keunikannya terletak pada cara penyajian yang menggunakan batok kelapa (tempurung kelapa), Selain itu terdapat juga sate telur dan tempe goreng sebagai tambahan. Meskipun hanya menyajikan soto sapi dengan porsi sebesar batok kelapa, namun sensasi makan di tengah sawah dengan menggunakan batok kelapa ini lah yang menimbulkan kenikmatan tersendiri.


Menggunakan batok kelapa sebagai pengganti mangkok membuat rasa soto sapi menjadi lebih alami dan gurih, jangan ragu untuk memesan banyak tempe goreng nya, karena rasa tempe gorengnya yang enak membuat kita tak dapat berhenti untuk memakannya. Sejuk nya udara pagi tengah sawah membuat betah berlama - lama ditempat ini, meskipun hanya duduk lesehan di saung bambu. Sarapan di tempat ini tidak lah menguras kantong, bahkan bisa dikatakan tempat kuliner ini murah meriah bagi ukuran wisatawan.

Tempat yang nyaman, harga murah, dan penyajian yang unik merupakan nilai tambah dari tempat kuliner ini, namun menemukan letak soto ini bukanlah perkara yang mudah. Minim nya petunjuk jalan serta lokasi yang lumayan jauh dari jalan raya, membuat kita seolah menemukan harta karun ketika sampai di lokasi ini.

Bayu Raditya Pratama  

Sunday, November 22, 2015

Merapi Lava Tour; Perjalanan Melihat Sisa Merapi


Masih lekat di ingatan kita tentang erupsi Gunung Merapi pada tahun 2010, bencana alam yang tidak hanya memakan banyak korban jiwa namun juga telah merubah wajah daerah disekitar nya. Banyak ladang dan ternak yang hancur tersapu awan panas, bahkan tak sedikit desa yang rata dengan tanah akibat tertimbun bongkahan batu vulkanik merapi.

Kini warga setempat bersama pemerintah DI Yogyakarta membuka kawasan Gunung Merapi sebagai wisata sejarah, Merapi Lava Tour adalah perjalanan wisata kilas balik melihat langsung sisa - sisa dari dahsyat nya erupsi Gunung Merapi. Perjalanan wisata ini akan mengunjungi beberapa tempat dengan kondisi jalan yang terjal dan berbatu, oleh sebab itu perjalanan ini menggunakan mobil khusus berupa jeep off-road.



Awal tujuan kita adalah museum mini sisa hartaku yang berada di Dusun Petung, sepanjang perjalanan menuju dusun tersebut kita akan disuguhi pemandangan memilukan, yakni berupa desa yang telah ditinggal penduduknya karena hancur sampai bongkahan besar bebatuan yang merupakan muntahan batu vulkanik dari Gunung Merapi.

Di Dusun Petung kita akan melihat sisa puing rumah yang dulunya merupakan sebuah desa. Sisa puing bangunan tersebut dijadikan sebagai museum mini oleh warga setempat. Berada di kawasan museum dengan pemandangan puing dan sisa erupsi membuat kita seolah ikut merasakan ketegangan yang terjadi ketika erupsi Merapi terjadi, terdapat juga Kerangka hewan ternak yang disusun kembali, perabotan rumah yang hangus, hingga kerangka kendaraan bermotor yang hangus akibat tersapu awan panas. Tak hanya itu, pesan - pesan yang dibuat oleh warga sekitar tentang apa yang telah mereka alami juga semakin membuat kita terenyuh.


Perjalanan pun berlanjut ke tempat sebuah batu besar yang disebut batu alien, batu tersebut merupakan batu besar yang berasal dari puncak gunung merapi, batu ini mempunyai keunikan yakni memiliki bentuk seperti wajah manusia. Namun bukan karena itu pula disebut batu alien, kata alien berasal dari kata alihan atau pindahan.

tempat terakhir yang dikunjungi yakni Dusun Kaliadem, dusun ini telah tertutup batuan vulkanik dan pasir sehingga menjadi rata dengan tanah. Hal menarik dari dusun ini ialah terdapat nya bunker yang menjadi tempat persembunyian warga saat erupsi terjadi, namun karena dasyat nya erupsi yang terjadi mengakibatkan bunker tersebut tidak dapat menahan awan panas dan memakan korban jiwa. Berbeda dengan Dusun Petung yang masih menyisakan puing bangunan, dusun ini benar - benar hancur dan rata dengan tanah.

 
Wisata Merapi Lava Tour ini menyuguhkan 2 jalur perjalanan, selain jalur pendek ini terdapat juga jalur perjalanan yang lebih panjang. Dalam jalur yang lebih panjang tentunya kita akan dibawa ketempat - tempat bersejarah lainya seperti makan mbah Marijan, gardu pandang kopeng, hingga hunian sementara korban merapi. Dengan kita melihat dan merasakan langsung sisa - sisa erupsi Merapi membuat kita lebih menghargai hidup dan juga melatih rasa empati kita agar lebih peka terhadap orang lain.

Bayu Raditya Pratama