Friday, November 27, 2015

ICAD 2015; Penggabungan Makna Filosofis Dan Bentuk

Karya Harry Purwanto

Indonesian Contemporary Art & Design (ICAD) kembali digelar, bertempat di Hotel Grand Kemang Jakarta, acara ICAD 2015 yang telah memasuki tahun ke-6 nya ini mengusung tema vertical horizon. Menurut Hafiz Rancajale selaku kurator, vertical horizon dimaknai sebagai hubungan manusia dengan Tuhan (vertical), dan dengan sesama (horizontal). Vertical Horizon bisa juga diartikan sebagai cara manusia melihat penggabungan 2 hal yang sifatnya filosofis dan bentuk menjadi satu kesatuan.

Karya Savira Lavinia Raswari

Pameran yang berlangsung dari tanggal 28 Oktober - 30 November 2015 ini menampilkan karya dari 30 seniman lintas generasi. Para seniman pun melewati proses kurasi yang cukup panjang, karya mereka haruslah mengangkat kekayaan budaya Indonesia yang diterjemahkan kembali dalam bentuk yang kekinian. Latar belakang para seniman pun beragam dari perancang busana, arsitek, photographer, hingga musisi.

Karya Ines Katamso

Menciptakan suatu karya kontemporer bukanlah perkara yang mudah, kebebasan seniman dalam menafsirkan kekayaan budaya Indonesia ke dalam bentuk baru inilah yang terkadang malah menghilangkan unsur nilai yang terkandung didalamnya. Dalam acara ICAD 2015 ini juga melibatkan 14 seniman muda asal Denmark dengan menggunakan rotan Indonesia sebagai materialnya, para seniman asal Denmark ini terlebih dahulu mengikuti program residensi di Cirebon.

Karya Danish Emerging Designer

Tidak hanya menghadirkan pameran seni instalasi, ICAD 2015 juga mengadakan talk-show mengenai seni dan desain, konvensi, hingga pemutaran film. Program tersebut merupakan hasil kerja sama dengan British Council, Institute Fran├žais Indonesia, dan kedutaan Denmark. Hal yang membanggakan lainnya ialah acara ICAD 2015 ini dihadiri oleh Ratu Denmark, Margrethe II.

Bayu Raditya Pratama 

No comments:

Post a Comment